Dinamika Penyerang Persib Bandung, Uilliam Tak Cetak Gol, Terancam Digeser Castel dan Jung?

by -33 views
Dinamika Penyerang Persib Bandung, Uilliam Tak Cetak Gol, Terancam Digeser Castel dan Jung?

Persib Bandung: Dominasi di Super League dengan Kekurangan di Lini Serang

Persib Bandung terus menunjukkan dominasinya dalam kompetisi Super League. Tim yang dikenal dengan julukan Maung Bandung ini berhasil memimpin klasemen sementara liga, membuat para rival kesulitan untuk mengejar. Salah satu contohnya adalah Malut United yang baru saja kalah dari Persib, serta Persija Jakarta yang terpeleset di kandang sendiri oleh Arema FC.

Meski memiliki keunggulan di papan klasemen, performa Persib musim ini terasa kurang maksimal karena minimnya produktivitas gol. Dalam tujuh pertandingan terakhir, enam di antaranya berakhir dengan kemenangan, tetapi mayoritas hanya berada di skor 1-0 atau 2-0. Hal ini menjadi sorotan pelatih Bojan Hodak, yang menyayangkan banyak peluang yang tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Kami punya 2-3 peluang tapi tidak bisa mencetak gol. Beruntung kami bisa bertahan dengan bagus. Gelandang tidak terlalu buruk, satu-satunya hal adalah finishing touch dari tiga peluang ini kurang tajam,” ujarnya seperti dikutip dari ILeague.

Uilliam Baros: Top Skor yang Tidak Bisa Menembus Kebiasaan

Salah satu penyerang utama Persib, Uilliam Baros, menjadi perhatian utama. Striker asal Brasil ini sangat subur di putaran pertama Super League. Namun, sejak akhir tahun hingga saat ini, ia kesulitan mencetak gol. Meskipun masih menjadi top skor klub dengan tujuh gol, jumlah tersebut tidak bertambah lagi sejak laga melawan Madura United pada 30 November 2025.

Baca Juga:  Minyak Murah Kembali Makan Korban

Setelah itu, ia hanya mencatatkan satu assist saat menghadapi Borneo FC. Sejak saat itu, baik gol maupun assist belum lahir lagi dari kakinya. Meski begitu, Uilliam tetap dipercaya sebagai penyerang utama oleh Bojan Hodak.

Andrew Jung: Penyerang yang Tidak Egois dan Kompeten

Kondisi Uilliam Baros yang jarang mencetak gol bisa digantikan oleh performa apik Andrew Jung. Pemain asal Prancis ini juga menjadi salah satu top skor Maung Bandung. Mengutip dari Transfermarkt, ia telah mencetak lima gol di Super League sejak didatangkan pada September lalu. Jung menjadi top skor kedua di bawah Uilliam.

Namun, jika jumlah golnya digabung dengan kiprah Persib di AFC Champions League, Jung merupakan top skor klub. Di ajang turnamen antar klub Asia itu, ia mencetak empat gol, sehingga totalnya mencapai sembilan gol di semua kompetisi.

Sejak kedatangannya di Bandung, Andrew Jung memperkenalkan diri sebagai sosok striker yang serba bisa. Posisi terbaiknya adalah pemain nomor sembilan, tetapi ia juga kompeten sebagai second striker.

Baca Juga:  Pemkab Bogor Luncurkan Dua Dinas Baru di Vivo Mall

“Saya lebih banyak memainkan peran sebagai pemain nomor 9 (penyerang). Itu adalah posisi terbaik saya. Tapi, saya juga bisa bermain di belakang penyerang. Kita menyebutnya pemain nomor 9,5,” kata Jung seperti dikutip dari laman resmi klub.

Ia juga merupakan pemain yang tidak egois, dimana sejauh ini ia telah mencatatkan dua assist. Pemain bernomor punggung 90 ini memang tidak keberatan jika turut menyumbang assist asalkan bisa membantu tim meraih hasil positif.

“Membuat gol sudah menjadi tugas saya dan akan sangat senang jika bisa melakukannya untuk tim ini. Tapi setelah itu, saya pikir, membuat assist juga hal yang sama penting,” sambungnya.

Kedatangan Sergio Castel: Harapan Baru untuk Lini Serang

Ketidakpuasan Bojan Hodak terhadap ketajaman lini serangnya akhirnya diwujudkan dengan mendatangkan satu penyerang baru pada bursa transfer paruh musim. Pelatih asal Kroasia ini mendaratkan penyerang asal Spanyol, Sergio Castel. Pemain jebolan akademi Atletico Madrid ini direkrut untuk menambah kedalaman skuad Maung Bandung di lini depan.

Baca Juga:  KPAID Kota Bogor Bersinergi Promosikan Kota Layak Anak

Meski belum menjalani debut di Super League, pelatih Bojan Hodak cukup terkesan dengan Castel meski sejauh ini hanya memantau lewat latihan.

”Dia punya sentuhan bola yang bagus, posturnya tinggi, besar, dan kuat. Tentu saja dia akan memberikan kualitas tambahan,” ujar Hodak.

Kini dengan tambahan satu penyerang itu, Persib siap melaju kencang di Super League untuk mempertahankan juara sekaligus meraih gelar tiga musim beruntun.

Hanya saja, Castel masih harus beradaptasi dengan iklim sepak bola di Indonesia karena sebelumnya ia belum pernah bermain di kompetisi Tanah Air. Tentunya, adaptasi Castel harus secepat mungkin karena Super League terus berjalan. Jika tidak, maka performa Castel di lapangan bisa meredup dan akan kalah bersaing dengan para penyerang lama.