Panen Padi Cianjur Tembus 630 Ribu Ton

by -107 views
by
Panen Padi Cianjur Tembus 630 Ribu Ton

JABARMEDIA – Dinas Produksi Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Cianjur mencatatkan produksi gabah yang siap digiling dari hasil panen petani di Cianjur mencapai 630 ribu ton hingga Agustus, yaitu 84 persen dari target sebesar 700 ribu ton pada tahun 2025.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DTPHPKP Kabupaten Cianjur, Dadan Hendrayana menyampaikan bahwa setiap tahun produksi padi di beberapa daerah di Cianjur belum mampu mencapai target yang ditetapkan, karena berbagai faktor, termasuk sedikitnya generasi muda yang memilih menjadi petani.

Pada tahun 2023, capaian hanya mencapai 78 persen dan pada tahun 2024 hanya sebesar 80 persen, sementara untuk tahun ini dengan tersisa beberapa bulan ke depan mengingat musim panen di berbagai wilayah kami berupaya agar bisa mencapai 100 persen atau paling tidak mencapai 90 persen,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, tutur dia, karena masih ada sejumlah panen di lahan pertanian padi yang cukup luas di wilayah utara dan selatan pada bulan Oktober dan November, sehingga minimal hasil produksi hingga akhir tahun dapat mencapai 685 ribu ton gabah siap giling.

Baca Juga:  Pertamina akan hapus Premium dan Pertalite? Ini penjelasannya

Ia menjelaskan berbagai hambatan yang menyebabkan hasil panen padi sulit mencapai target tahunan, seperti kurangnya saluran irigasi, kesulitan dalam penyerapan pupuk, serta masalah terkait benih, di mana sebagian besar petani menggunakan benih dari hasil panen sebelumnya alih-alih benih yang bersertifikat, sehingga sering terjadi kegagalan panen.

Sementara itu, menurutnya, masalah yang paling mendesak adalah penurunan jumlah sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian setiap tahunnya, karena minimnya minat generasi muda, khususnya dari kalangan petani, untuk melanjutkan pekerjaan orang tua mereka, sehingga banyak lahan yang tidak dimanfaatkan secara optimal setiap tahunnya.

Banyak usaha dilakukan oleh dinas untuk menarik perhatian generasi muda dalam berkebun agar kekurangan tenaga kerja bisa terpenuhi mengingat jumlah petani di Cianjur semakin berkurang setiap tahun akibat faktor usia dan sebagainya,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada generasi muda agar tertarik menjadi petani, yang didukung oleh alat pertanian modern bermesin yang dapat mempermudah tugas mereka mulai dari menyiapkan tanah hingga mencapai hasil panen.

Baca Juga:  Menjelajahi Keindahan Tersembunyi Serang: Curug Leuwi Bumi & Curug Cigumawang, Surga Air Terjun Yang Memikat

Pihak terkait juga melakukan perbaikan saluran irigasi setiap tahun, sehingga mampu meningkatkan hasil produksi pertanian, khususnya beras, yang dapat tercapai, karena selama ini sebagian besar lahan pertanian padi masih bergantung pada hujan atau air hujan.

Kami terus memotivasi generasi muda dan memperbaiki sistem irigasi sebagai pendukung utama untuk meningkatkan hasil pertanian di Cianjur ke depan,” katanya.

About Author: Oban

Gravatar Image
Damar Alfian adalah seorang penulis dan kontren kreator di Bandung, Jawa Barat. Dia juga sebagai kontributor di beberapa media online.